aplikasi audiobook Storytel
Sejak saya kecil dulu, kalimat bahwa ‘Buku adalah jendela dunia yang akan membuka cakrawala kehidupan manusia’ seolah menjadi salah satu ungkapan yang begitu saya sukai. Didukung oleh Ibu saya yang sudah membelikan buku-buku cerita bergambar ketika saya mulai bisa membaca huruf, sedikit banyak menjadikan saya seperti saat ini, seorang bookworm.

Berawal dari cerita bergambar, saya juga dikenalkan pada komik. Hingga akhirnya saya mulai membaca novel pertama saya di bangku SD tingkat-tingkat akhir lewat Harry Potter dan Batu Bertuah (Harry Potter and the Philosopher’s Stone).

Dengan usia saya yang bertambah, Harry Potter karya JK.Rowling itu bisa dibilang sebagai novel fiksi terfavorit saya. Saya mengikuti petualangan bocah penyihir dengan bekas luka berbentuk sambarat kilat pada dahinya itu hingga seri terakhir, Harry Potter dan Relikui Kematian (Harry Potter and the Deathly Hallows).

Seiring dengan kegemaran saya menonton film, kisah Harry Potter membuat saya percaya bahwa buku memang sekadar susunan huruf yang membentuk kalimat saja. Justru kalimat-kalimat yang dirangkai sepenuh jiwa oleh para penulisnya itu, bisa membawa saya menuju dunia imajinasi tanpa batas.

Apalagi untuk novel-novel bergenre fantasi seperti Lord of the Rings maupun Game of Thrones, hingga young adult dystopian seperti Hunger Games, sedikit banyak mempengaruhi genre film yang saya sukai pula. Namun ketika kedewasaan mulai menghantam kehidupan, saya sadar bahwa hobi membaca novel atau buku mulai tergerus. Saya hanya punya waktu untuk membaca di sela-sela perjalanan atau ketika hendak tidur saja.

Kadang saya mendambakan kembali ke usia-usia kecil dulu saat ada yang membacakan buku kepada saya. Ya, mendengarkan buku juga bisa membuat kita memahami sebuah cerita tanpa kehilangan esensi imajinasi itu sendiri.

Hingga akhirnya saya menemukan sebuah aplikasi audiobook yang bisa menjadi jawaban saya untuk tetap ‘membaca’ buku lewat suara. Aplikasi itu bernama Storytel.

Manfaat Mendengarkan Buku

Manfaat mendengarkan buku
Sebagai penulis lepas yang suka berjalan-jalan, mendengarkan buku sepertinya akan menjadi hobi baru yang bakal saya geluti. Lewat Storytel, saya bahkan memperoleh banyak sekali manfaat menikmati sebuah tulisan lewat narasi suara.

Yang utama tentu saja lebih menghemat waktu karena saya tetap bisa melakukan pekerjaan lain sambil tetap mengetahui alur cerita novel. Saya bahkan paling suka menggunakan Storytel saat sedang terbang di pesawat, menatap awan-awan di langit, samudera yang luas hingga daratan di bawah sana, sambil mendengarkan suara sang narator mendongengkan novel di headset.

Manfaat berikutnya juga sedikit banyak mendengarkan buku membantu meningkatkan fokus diri untuk memperhatikan suara sang narator. Dan selain mampu menghilangkan stres serta meningkatkan daya ingat atas kalimat per kalimat yang sudah diucapkan narator, mendengarkan buku juga membantu saya memperbaiki pengucapan serta kelancaran berbicara, sampai mempelajari bahasa asing.

Ada banyak rekomendasi buku dalam Storytel yang masih dinarasikan dengan bahasa Inggris. Mengingatkan saya pada kelas-kelas listening bahasa Inggris di bangku SMA. Salah satu buku best seller kategori nonfiksi yang sempat saya dengarkan di Storytel adalah Homo Sapiens milik Yuval Noah Hariri.

Baca juga:

Menikmati Harry Potter Lagi Lewat Storytel

‘He could’nt know that at this very moment, people meeting in secret all over the country were holding up their glasses and saying in hushed voices: ‘To Harry Potter – the boy who lived!’

Kalimat itu akan selamanya menjadi salah satu momen paling menggetarkan yang pernah dituliskan Rowling kepada seluruh orang di seluruh dunia. Saya masih ingat, ketika membaca kalimat itu dalam novel versi bahasa Indonesia waktu masih SD, tampaknya itu adalah momen di mana saya benar-benar yakin kalau Harry Potter adalah karakter fiksi yang sangat berpengaruh.

saya saat pakai aplikasi Storytel

Dan ketika mendengarkan Harry Potter Audiobook lewat Storytel, suara narator Stephen Fry kembali membuat saya mengulangi momen istimewa itu. Saya bahkan ikut sebal dengan keluarga Dursley, tergelak mendengarkan kekocakan keluarga Weasley, takjub dengan kepintaran Hermione Granger sampai akhirnya takjub dengan kalimat demi kalimat yang diucapkan Albus Dumbledore, lewat narasi yang didongengkan Fry.

Tak hanya buku berbahasa Inggris saja, saya pun mengalami momen mendebarkan yang sama saat mendengarkan berbagai audiobook Indonesia. Salah satunya adalah novel karya Ahmad Tohari yang kebetulan juga saya sukai adaptasinya dalam bentuk film, Ronggeng Dukuh Paruk.

Bahkan saat sedang mengisi waktu-waktu bersantai, beberapa pilihan judul untuk buku-buku yang lebih ringan seperti novel Mariposa karya Luluk HF maupun Dilan sang fenomena pop culture Indonesia karya Pidi Baiq itu, sangatlah menyenangkan untuk dinikmati lewat suara.

Banyak Keunggulan, Alasan Saya Memilih Storytel

Tidak butuh lama akhirnya bagi Storytel untuk menjadi salah satu aplikasi penyedia baca buku online paling favorit bagi saya. Ada keunggulan yang menjadikan alasan memilih Storytel seperti berikut ini:

alasan pakai Storytel

1. Ratusan Ribu Judul Buku

Setidaknya ada 150 ribu judul buku yang ditawarkan Storytel, membuatnya menjadi salah satu aplikasi audiobook terbaik yang pernah ada. Kalian bisa memilih buku sesuai kebutuhan mau buku anak-anak, self improvement, nonfiksi sampai fiksi-fiksi metropop seperti Divortiare karya Ika Natassa, fiksi sastra-nya Tere Liye lewat Selamat Tinggal atau Negeri Lima Menara karya Ahmad Fuadi yang membuat kita merasakan pengalaman tinggal di pesantren.

2. Narator yang Berkualitas

Apakah kalian pernah membayangkan mendengarkan buku yang didongengkan oleh Dian Sastrowardoyo, Chico Jericho atau Dee Lestari? Tentu akan membuat kita bisa paham alur cerita buku dengan lebih menyenangkan. Hal itulah yang bisa kalian dapat lewat Storytel yang hanya menggaet narator-narator berkualitas.

Baca juga:

3. Berbagai Fitur Keren

Demi membuat pengalaman mendengarkan buku makin memuaskan, Storytel menawarkan berbagai fitur keren yang bisa kalian gunakan seperti:
  • Pencarian: Membantu menemukan buku yang dibutuhkan lewat judul atau sang penulis buku
  • Save Book: Menyimpan buku favorit yang ingin didengarkan di kemudian waktu
  • Download Buku: Membuat kita tetap bisa mendengarkan buku favorit meskipun dalam kondisi tak ada sinyal internet
  • Kategori: Memilih buku sesuai genre yang disukai
  • Pengaturan Kecepatan: Mengatur kecepatan narator saat membacakan buku agar sesuai dengan keinginan kita
  • Statistik: Mengetahui laporan aktivitas membaca atau mendengarkan buku di aplikasi Storytel dalam waktu 30 hari terakhir
  • Mode Baca: Tak ingin mendengarkan buku? Fitur ini membuat kita bisa menikmati buku di Storytel dengan membaca
  • Mode Anak: Khusus untuk kalian yang sudah memiliki buah hati, fitur ini sangat bermanfaat jika si kecil mendengarkan buku. Lewat sistem ini, kita akan dialihkan ke buku anak-anak yang menarik. salian bisa Kalian bisa memasang kata sandi agar anak cuma mendengarkan buku yang sesuai dengan usia mereka

4. Harga Langganan Terjangkau

Biasanya untuk membeli sebuah buku, kita membutuhkan budget minimal Rp100 ribu. Namun harga promo langganan Storytel cuma dipatok sekitar Rp39 ribu per bulan, dan kalian sudah bisa menikmati ratusan ribu judul buku selama itu. Luar biasa terjangkau, bukan?

5. Praktis Dipakai Kapanpun

Tak perlu repot-repot, Storytel hanya membutuhkan sedikit ruang di memori ponsel saat dipasang. Hanya bermodalkan handphone saja, kalian bisa menikmati Storytel kapanpun dan di manapun, termasuk menemani saya traveling ke berbagai daerah.

Bagaimana? Sangat menarik bukan cara menikmati buku zaman now?

Yuk segera unduh Storytel sekarang juga di ponsel! Kalian bisa menggunakan Aplikasi Storytel untuk iOS atau Aplikasi Storytel untuk Android, sehingga lewat sistem operasi apapun, Storytel tetap dapat dinikmati.

Selamat mencoba!

28 Komentar

  1. Memang paling lengkap ya koleksi audiobooknya Storytel ini, novel best seller seperti Harry Potternya juga paling banyak dicari orang, aku ngebayangin kalai novel ini di audiobook dalam bahasa Indonesia siapa a yg isi suaranya

    BalasHapus
  2. Hal yang paling kusukai memang karena kita masih bisa mendengarkan audiobook di Storytel meski nggak ada sinyal saat sudah mendownload nya dalam aplikasi. Yah, rumahku kan pedesaan ya. Kadang ada aja saat sinyal internetnya susah sekali terjangkau.

    BalasHapus
  3. Asyik ya jalan2 sambil dengar buku di storytel. Mata dan telinga dimanjakan dengan caranya masing2

    BalasHapus
  4. Kehadiran Storytel ini memang menciptakan cara baru menikmati buku lebih menyenangkan. Dan bikin heppi, banyak sekali buku-buku favorit saya. Misalnya Lupus. Dulu saya menikmati bukunya, sekarang menikmati versi audiobooknya. Dengan Storytel, bisa mendengarkan cerita buku kapan saja dan di mana saja.

    BalasHapus
  5. Nggak rugi langganan di Storytel, karena bisa menikmati buanyak sekali buku dengan rp 39.000 saja. bandingkan dengan membeli buku sendiri yang harganya beberapa kali lipat dari harga tersebut

    BalasHapus
  6. Jadi pengen coba download aplikasi audiobook story tel ini. Sepertinya cocok untuk saya yang tipe belajarnya secara audio (mendengarkan).

    BalasHapus
  7. Aku juga pakai Storytel dan suka banget. Kalo lagi di perjalanan jadi bisa "membaca" buku tanpa pusing dan mual. Seneng!

    BalasHapus
  8. Iya, seru banget ya
    Mendengarkan buku di Storytel
    Pas untuk teman perjalanan ya mbak
    Aku juga sudah download dan langganan aplikasi Storytel ini

    BalasHapus
  9. Menarik sekali aplikasinya, biaya langganannya juga terjangkau. Kapan-kapan coba ah.

    BalasHapus
  10. Sekarang, baca buku juga bisa disambi ya Mbak,, baca buku digantikan dengan audiobook pakai Storytel ya, keren banget. Saya aja sambil masak tetep bisa memetik inspirasi dari buku

    BalasHapus
  11. Storytel audio book akan menghasilkan pengalaman literasi mengesankan

    BalasHapus
  12. Baca buku jadi lebih menyenangkan ya, saat dinarasikan. Apalagi jika yang membacakan penulisnya sendiri :)

    BalasHapus
  13. Kadang sama daku fitur speednya agak dicepetin dikit, ternyata masih bagus buat disimak, malah jadi makin gereget dengernya

    BalasHapus
  14. Oh, storytel ini ternyata besutan Swedia? Lama juga ya dari 2006. Tapi eh, kenapa aku baru tahu ada aplikasi sekece ini

    BalasHapus
  15. Makinn menyenangkan jadi pintar. Bisa nyambi dengarkan isi buku. Aku pengen juga lah. Belum install nih. Hehe

    BalasHapus
  16. Meskipun dengerinnya berulang-ulang dan sebenarnya jalan cerita dari buku itu sudah kita tahu, tapi tetep aja ya menyenangkan dibacain pake aplikasi Storytel ini, karena naratornya ngebacain dengan piawai.

    BalasHapus
  17. Saat dewasa adalah saat seseorang harus terbiasa melakukan hal-hal yang tidak sejalan dengan keinginan. Huhu... Yups, buku itu sangat menutrisi jiwa. Meski mungkin tingkat kecintaan membaca saya tidak sebaik Mbak, tapi memang setelah dewasa terutama setelah berumah tangga, membaca buku yang menyenangkan makin sedikit waktunya. Nonton film saja sudah jarang. Sering menatap televisi tapi isinya acara anak-anak. Hikshiks...

    Tapi itulah, saya harus mengikhlaskan semua, karena tidak ada kebaikan yang tidak ada balasannya. Untungnya, audiobook bisa menjadi solusi yang mendatangkan me time seru dan bernutrisi untuk jiwa. Peran orang dewasa juga tetap jalan, namun bisa tetap menikmati bacaan lebih banyak dengan mendengarkan buku. Thanks Storytel.

    BalasHapus
  18. Harry Potter itu salah satu buku kesukaanku. Senang banget ada versi bahasa Inggrisnya di storytel. Jadilah bisa membandingkan cerita bahasa Inggrisnya sama bahasa Indonesianya. Buku yang selalu jadi favorit untuk dibaca

    BalasHapus
  19. Ikutan happy ada Storytel jadi ngga memble bisa bacain anak buku heheh si ibu juga jadi bisa baca buku juga meski sambil masakk :))

    BalasHapus
  20. Kalau untuk harga, sangat terjangkau sekali dengan harga 39/bulan dengan mendapatkan akses ke semua koleksi buku di Storytel dari mulai buku berbahasa INggris sampai buku berbahasa Indonesia.
    Harapanku ke depannya, buku-buku terjemahan Korea juga bisa masuk dan dibacakan versi Indonesianya.

    BalasHapus
  21. ini paling bagu kalau mendengarkan buku dari bahasa asing, bisa mengasah kemampuan listening kita ya. Top deh Storytel

    BalasHapus
  22. Ketika mengetahui negeri lima menara ada di storytel, aku langsung membaca dan mendengarkannya, menarik sih storytel ini

    BalasHapus
  23. Aku hampir tiap malem dengerin Storytel. Nyaman banget dengerin buku sambil rebahan menjelang istirahat. Rasanya capek2 langsung ilang dan tubuh jadi rilex.

    BalasHapus
  24. suka banget deh ada aplikasi praktis buat baca buku, kaum mager baca tapi pengen tau bisa nih dengerin ini sambil santai hehe

    BalasHapus
  25. aku juga pakai storytel. alternatif banget buat yang udah susah luangin waktu buat baca buku. bisa jadi temen tidur sambil didongengin.

    BalasHapus
  26. Seru banget storytel ini. Pengganti buku fisik yang bisa dinikmati dengan mendengarkan. Btw udah dengerin cerita apa aja say?

    BalasHapus
  27. Seru dan praktis banget ya ternyata dengerin cerita kaya giniii.. pilihan bukinya juga udah lumayan beragam ya di Storytel..

    BalasHapus
  28. Sepertinya mendengarkan buku cerita bahasa Inggris akan lebih menarik kalau pakai Storytell

    BalasHapus

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama