Kampus Entrepreuner di Sumut
© Google Maps/rafi thaliq

Meskipun begitu menyenangkan, faktanya tidak banyak generasi produktif di Tanah Air yang berminat jadi wirausaha. Dengan jumlah lebih dari 270 juta jiwa (Sensus Penduduk 2020) di Indonesia, Indonesia cuma punya 3,47% penduduk (sekitar 9,3 juta jiwa) yang berprofesi sebagai wirausaha. Angka ini bahkan jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan jumlah wirausaha di negara-negara Asia Tenggara lain seperti Singapura yang mencapai 8,76%, Malaysia sebanyak 4,26% atau Thailand sekitar 4,26%.

Jika menurut ahli sebuah negara disebut maju kalau rasio wirausaha di angka 10-14% dari total penduduknya, artinya Indonesia setidaknya harus punya sekitar 27 juta – 37,8 juta orang yang berprofesi sebagai entrepreneur.

Politeknik WBI Dari Tanah Batak untuk Indonesia

pusat inisiatif bisnis WBI
Pusat Inisiatif Bisnis WBI © wbi.ac.id
Melihat jumlah wirausaha yang ada di negeri ini begitu 'sedikit', membuat Martua Sitorus gundah.

Pemilik perusahaan kelapa sawit Wilmar International Ltd yang di masa mudanya pernah jadi loper koran ini begitu prihatin dengan generasi muda Indonesia yang lebih berminat jadi jobs seeker daripada jobs creator sebagai wirausaha.

Martua yakin bahwa negeri ini haruslah berubah.

Negeri ini harus menunjukkan kemampuannya untuk menjadi salah satu kekuatan ekonomi dunia kelak.

Dan jawaban atas seluruh keinginan itu adalah sebuah institusi pendidikan yang bisa jadi sarana terbaik untuk menciptakan generasi muda mandiri, kreatif, inovatif, adaptif dan dapat menciptakan lapangan kerja baru sebagai entrepreneur.

Tepat pada 27 Agustus 2015, Martua pun melibatkan dirinya untuk membangun ‘pabrik’ wirausaha negeri ini lewat Politeknik WBI (Wilmar Bisnis Indonesia). Bertempat di tanah Batak kelahirannya, wirausaha kelahiran Kota Pematang Siantar memilih Kabupaten Deli Serdang yang sama-sama di Sumatera Utara sebagai lokasi Politeknik WBI.

Kenapa Harus Masuk ke Perguruan Tinggi Vokasi?

Politeknik WBI
© Google Maps/Yohanes Foryanda Saragih

Seperti keinginan Martua, Politeknik WBI tentu hadir lebih dari sekadar kampus vokasi biasa. Ingin dikenal sebagai Kampus Entrepreuner di Sumut, Politeknik WBI menawarkan lima program studi (prodi) yang memang benar-benar dibutuhkan negeri ini yakni Agribisnis Hortikultura, Akuntansi Perpajakan, Manajemen Pemasaran Internasional, Pengelolaan Konvensi dan Acara serta tentunya Teknologi Rekayasa Perangkat Lunak (RPL).

prodi WBI

Jujur, Teknologi Rekayasa Perangkat Lunak WBI ini adalah prodi yang begitu menarik perhatian saya.

Tidak hanya karena baru resmi berdiri di tahun 2021, prodi ini membuktikan kalau Politeknik WBI paham betul bahwa bidang kerja Teknologi RPL sangat sesuai dengan kebutuhan zaman masa kini yang serba komputer dan internet. Gaya hidup online menjadikan sarjana terapan RPL begitu diburu perusahaan.

Tapi bukankah untuk bisa jadi sarjana RPL tak harus di perguruan tinggi vokasi, bukan? 

Benar.

Namun tahukah kalian kalau kampus-kampus vokasi itu punya berbagai keunggulan bahkan jika dibandingkan dengan universitas reguler? Tak percaya? Berikut lima alasan yang bisa bikin kamu terpikat:

  1. Dibandingkan kampus konvensional, perguruan tinggi vokasi lebih fokus pada praktek dibandingkan teori. Kuliah reguler terdengar membosankan dengan banyaknya tugas sedangkan kampus vokasi seperti Politeknik WBI tentunya, mengedepankan praktek langsung yang tentunya membuatmu merasakan atmosfer dunia kerja
  2. Sekolah-sekolah vokasi berdiri dengan fokus pendidikan tertentu misalnya Teknologi RPL, sehingga kamu bakal bisa terjun langsung ke bidang pekerjaan software dan memperoleh karir sesuai keinginan tanpa salah tujuan
  3. Jika kampus reguler menawarkan banyak prodi, perguruan tinggi vokasi fokus pada jurusan yang lebih spesifik sehingga kamu bisa lebih fokus dan merangkai asa masa depan
  4. Berbeda dengan kampus reguler yang biasanya butuh waktu minimal empat tahun untuk S1, kalender pendidikan perguruan tinggi vokasi lebih efektif, efisien dan singkat yakni tiga tahun yang membuat kamu bisa selangkah lebih cepat ke dunia kerja
  5. Mayoritas perguruan-perguruan tinggi vokasi bekerja sama langsung dengan perusahaan besar sesuai dengan jurusan yang ditawarkan, sehingga kamu berkesempatan memperoleh pekerjaan lebih cepat atau direkrut langsung oleh perusahaan

Seiring dengan masa 4.0 yang akan segera berganti dengan lebih canggih nantinya, Tanah Batak siap untuk terlibat memajukan negeri lewat wirausaha-wirausaha masa depan melalui Politeknik WBI. Jadi, yuk kuliah di perguruan tinggi vokasi berkualitas!